Jangan Ketinggalan:
Home : Artikel : Penyakit dan Kesehatan Kucing : Dermatophytosis (Ringworm) Jamur Penyebab Bulu Rontok

Dermatophytosis (Ringworm) Jamur Penyebab Bulu Rontok

Dermatophytosis atau Ringworm adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di kulit dan bulu. Ada beberapa spesies jamur yang hidup di kulit dan bulu, salah satu spesies yang cukup bandel dan sering menyerang kucing adalah Microsporum canis.

Penyakit ini Menular! Kucing dapat terinfeksi dan menjadi carrier sehingga menularkan jamur pada hewan lain. Pada kucing berbulu pendek dan mempunyai kekebalan tubuh yang baik, Ringworm dapat sembuh sendiri dalam waktu 4-6 bulan. Kucing dengan sistem kekebalan tubuh yang baik dapat terinfeksi tetapi sama sekali tidak menunjukan gejala tertular. Namun tidak ada jaminan kucing ini tidak menjadi carrier. Ringworm menyebar melalui kontak bulu atau ketombe yang terinfeksi dan mengandung spora. Spora jamur tersebar di mana-mana seperti di lantai, bulu yang rontok, kandang, peralatan makan dan minum kucing, tempat tidur kucing, dsb. Hewan yang masih muda dan tua rentan terhadap infeksi jamur ini.

Gejala Kucing  terserang ringworm adalah:

  1. Bulu rontok dan patah-patah, kadang disertai sisa-sisa kulit kering yang menyerupai ketombe.
  2. Kulit kering yang mengelupas kadang menyerupai sisik.
  3. Daerah kerontokan bulu biasanya berbentuk lingkaran.
  4. Kadang hewan yang terserang hanya mengalamai sedikit kerontokan / bulu patah di bagian wajah dan telinga.
  5. Biasanya puncak kerontokan pada kucing terlihat dalam waktu 5 minggu sejak kontak dengan microsporum canis.

Menghilangkan jamur penyebab ringworm dari tubuh kucing gampang-gampang susah dan dibutuhkan teknik kerajinan tersendiri agar jamur tidak muncul kembali, antara lain:

  1. Kombinasi 2 cara pengobatan, yaitu pengobatan luar (menggunakan salep, obat oles atau shampoo obat) dan obat oral (makan). Sales atau obat oles bisa digunakan untuk menyembuhkan ringworm yang terpusat, sedang untuk membasmi spora dan ringworm yang luas areanya atau carrier, sebaiknya ditambah dengan shampoo obat anti jamur.
  2. Tergantung jenis obatnya, jangka waktu pengobatan bervariasi mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. Sayangnya sebagian besar obat oral mempunyai efek smaping kurang baik, apalagi bila digunakan untuk jangka panjang. Beberapa reaksi buruk terhadap obat isa saja muncul, oleh karena itu pemberian obat harus diawasi dengan baik dan selalu diobservasi sesering mungkin.