Jangan Ketinggalan:
Home : Artikel : Penyakit dan Kesehatan Kucing : Mematikan! 5 Penyakit Kucing Paling Berbahaya
Mematikan!-5 Penyakit Kucing Paling Berbahaya

Mematikan! 5 Penyakit Kucing Paling Berbahaya

Apa saja penyakit kucing paling berbahaya? Banyak penyakit bersifat mematikan yang bisa menyerang kucing kesayangan kita, untuk itu ada baiknya kita mengenal beberapa di antaranya untuk menambah wawasan kita tentang penyakit-penyakit tersebut.

Memiliki hewan peliharaan yang selalu sehat dan bisa berumur panjang adalah keinginan setiap orang. Namun yang namanya takdir dari Tuhan, kadang lebih sering tak bisa ditebak jalannya. Begitu pula yang terjadi saat kucing kesayangan harus berjuang melawan penyakit. Sebagai pemilik, anda tentu hanya bisa mengupayakan dengan membawanya ke dokter hewan supaya lekas sembuh.

Kucing Sulit Sembuh Dari Virus

Bukan hanya manusia, kucing rupanya juga memiliki ancaman penyakit dari virus. Sialnya, penyakit yang bersumber virus ini sangat sulit disembuhkan dan butuh keajaiban. Berikut ini adalah lima di antaranya penyakit kucing paling berbahaya dan bisa mematikan untuk mpuss.

1. Panleukopenia

Salah satu virus pembunuh kucing saat musim hujan tiba dan sangat mematikan adalah Feline Panleukopenia Virus (FPV) ini. FPV adalah virus dengan angka kematian tertinggi pada kucing yang bisa menyebar lewat kotoran, muntah atau menempel di baju dan sepatu manusia. Gejala FPV dimulai dari demam, lemah, tak mau makan, muntah kuning, suka menyendiri di tempat dingin hingga akhirnya mati. Anak kucing lebih rentan dan sulit bertahan hidup saat sudah mengalami FPV. Lebih jauh tentang Penleukopenia bisa dibaca di sini.

2. Calici

Feline Calici Virus (FCV) menyerang saluran pernafasan, mulut, pencernaan hingga otot dan tulang kucing. Sama seperti FPV, FCV membuat nafsu makan hilang, mata berair, hidung berlendir serta luka pada bagian dalam mulut. Penggunaan wadah makan dan litterbox bersama jadi sarana penyebaran FCV selain lewat lendir mata serta hidung. Lebih jauh tentang Calici bisa dibaca di sini.

3. Chlamydophilosis

Berbeda dengan penyakit lain, Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydiasis Felis dan sering menyerang anak-anak kucing. Anak-anak kucing berusia 5-12 minggu yang mengalami demam, bersin, hidung berair, susah makan dan mata meradang sampai berwarna merah bisa saja diserang Chlamydia. Kalau dibiarkan, mata kucing akan bertambah parah dalam kurun waktu dua bulan saja hingga harus dioperasi untuk pengangkatan mata dan menulari lainnya. Lebih jauh tentang Chlamydophilosis bisa dibaca di sini.

4. Rhinotracheitis

Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes yang membuat saluran nafas bagian atas kucing bermasalah. Salah satu gejalanya adalah sering bersin, keluar lendir hijau bening dari hidung, ada kotoran mata hingga indera penciuman tak berfungsi. Lebih jauh tentang Rhinotracheitis bisa dibaca di sini.

5. FIP

Sering disebut sebagai radang selaput rongga perut dan dada, Feline Infectious Peritonitis (FIP) disebabkan virus Feline Coronavirus (FCoV) yang sangat mematikan. Ada dua jenisnya yakni basah yang membuat perut membesar tapi badang kurus dan kering. Hingga saat ini belum ada vaksin untuk FIP sehingga penderita harus dijaga betul asupan nutrisi dan lingkungan yang steril. Lebih jauh tentang FIP bisa dibaca di sini.

Membaca ulasan yang ada, penyakit-penyakit itu memang cukup mengerikan dan seperti petir di siang bolong saat kucing kesayangan mengalaminya. Untuk itulah anda sebagai pemilik harus melakukan tindakan pencegahan seperti vaksin dan terus menjaga asupan makanan bernutrisi agar binatang kesayangan tidak terserang.

Untuk artikel tentang perawatan kucing bisa dilihat di sini.